Box Layout

HTML Layout
Backgroud Images
Backgroud Pattern
Para Ulama dan Pejabat Hadiri Haul Akbar dan Peringatan Isra Mi’raj di Ponpes Assalafiyah Babakan Tipar

Posted by : Ponpes Assalafiyah 1

Pondok Pesantren (Ponpos) Assalafiyah 1 menggelar Haul Akbar Masyayikh dirangkai dengan Peringatan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SWA, Sabtu, 10/1/2026, di Mesjid Assalafiyah Babakan Tipar, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan tersebut diantaranya diisi dengan ceramah islam yang disampaikan oleh KH. Abah Raodl Bahar Bakry (Pimpinan Pondok Pesantren Mama Bakry Sadeng Bogor), Ustadz Dr. Helmi Hasan S.E. (Gubernur Bengkulu) dan KH. Arfan Abdullah (pimpinan Pondok Pesantrean Judatul Uqba Pajada Sukabumi). Nampak juga hadir, sejumlah alim ulama, alumni Ponpes Assalafiyah, ratusan santri putra dan putri Assalafiyah, serta warga masyarakat yang antusias menghadiri acara tersebut.

Acara diawali dengan pembacaan tawasul yang dipimpin oleh Dewan Pengasuh Ponpes Assalafiyah 1, KH Lilip Abdul Kholik, dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran.

Dalam sambutannya, Kyai Ading Abdul Qodir Zaelani yang mewakili keluarga besar Ponpes Assalafiyah 1, menyampaikan terimakasih atas dukungan semua pihak, hingga terselenggaranya haul Akbar Masyayikh dan Isro Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di Ponpes Assalafiyah 1.

Haul Akbar ini, menurut Kyai Ading, merupakah kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun, sebagai rasa hidmat sekaligus mengenang perjuangan para muassis Ponpes Assalafiyah. Haul tahun ini termasuk haulnya KH Mama Ahmad Makki yang ke-4 dan haul KH. Aang Ifal Al-Ghiffari yang ke-3.

“Sim kuring bade ngemutan pentingna hidmat sareng mahabbah ka pasantren oge ka guru-guru urang. Margi elmu urang anu kengeng ti ieu pasantren moal bakal janten cahaya upami urang megatkeun silaturahmi sareng guru urang. (saya mengingatkan pentingnya mahabbah, cinta ke pesantrean dan guru-guru, sebab ilmu yang kita dapatkan tidak akan jadi cahaya jika memutuskan silaturahmi dengan guru kita),” ujar Kyai Ading, salah satu putra KH. Ahmad Makki, yang juga jadi penerus estapet kepemimpinan di Ponpes Assalafiyah.

Hidmat ke pesantren, lanjutnya, bukan sekedar mendukung secara fisik atau materi, tetapi turut menjaga nama baik pondok pesantren, memasukan putra putrinya, serta mengamalkan ilmu yang dididapatkan. Ia pun memohon do’a semua pihak, agar putra-putri, mantu, cucu cicit almarhum bisa meneruskan perjuangan memajukan Pondok pesantrean Assalafiyah.

Sementara, KH. Abah Raodl Bahar Bakry dalam tausiahnya menyampaikan manfaat haul. Sedikitmya ada tiga manfaat, yang pertama sebagai sarana untuk silaturahmi, kedua dzikrul maut (mengingat kematian), dan ketiga mengenang jasa almarhum.

“Dzikrul maut, mengingat kematian. Dalam alquran, Allah SWT mengingatkan berulang-ulang sampai 161 kali, almaut, almaut, almaut. artinya apa, begitu pentingnya kita mengingat kematian. Empat belas setengah abad yang silam, Allah SWT berfirman dalam alquran, A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir rojiim, ‘Kullu nafsin dzaiqotul maut’, setiap yang bernyawa (bernafas) akan merasakan apa yang disebut sakaratul maut,” jelas Pimpinan Ponpes Mama Bakry Sadeng Bogor.

Dibagian lain, KH. Abah Raodl Bahar Bakry mengingatkan pentingnya mengingat jasa  para muassis semasa hidupnya. Terlebih almarhum KH. Ahmad Makki, yang sangat berjasa bukan saja memajukan Podok Pesantren Assalafiyah, tetapi berjasa dalam menterjemahkan ratusan kitab, yang kemudian diajarkan di berbagai pesantren.

“Luar biasa jasa almarhum semasa hidupnya. Disamping menjadi guru di pesantren ini, beliau juga sangat berjasa dalam menterjemahkan kitab, yang jumlahnya kurang lebih lima ratus kitab. Ini merupakan jasa dan peninggalan yang luar biasa untuk kita semua. (semoga kitab-kitab yang diterjemahkan beliau) yang dimanfaatkan oleh setiap pesantren yang ada di Jawa Barat khususnya dan di Indonesia pada umumnya, dapat menjadi pahala bagi beliau, sehingga diterima iman islamnya, diterima amal ibadahnya, dianpuni segala dosanya, diterangkan quburnya, diluaskan quburnya, dirahmati didalam quburnya, diakhirat dimasukan kedalam syurganya,” ujarnya.

Tausiah berikutnya disampaikan oleh Ustadz Dr. Helmi Hasan S.E. yang merupakan Gubernur Bengkulu. Diantara uraiannya, ia mengajak untuk memakmurkan mesjid, diantaranya dengan membuka mesjid 24 jam.

“Masjid adalah tempat yang dicintai Allah SWT di muka bumi. Janji Allah kepada siapa saja yang ingin makmur negerinya, maka makmurkan masjid,” jelasnya.

Dr. Helmi menekankan pentingnya selalu mengingat Allah dan terus berusaha untuk dekat dengan Allah SWT, diantaranya dengan memakmurkan masjid. Kenapa jauh dari kemakmuran ? karena tidak pernah memakmurkan masjid.

“Penyebabnya, gunung didaki, lautan disebrangi, namun masjid dilewati. Pombensin buka 24 jam, mini market bukan 24 jam, namun susah mendapati masjid yang buka 24 jam. Padahal yang membangun mesjid ingin mendapat banyak manfaat dan kebaikan,” tegasnya.

Helmi Hasan juga menyampaikan rasa syukur bisa menghadiri haul akbar para masyayikh Pondok Pesantren Assalafiyah. Ia mendoakan keturunannya diberikan kekuatan untuk meneruskan perjuangan memajukan pondok pesantren.

Gubernur Provinsi Bengkulu ini juga mengundang untuk mengunjungi daerah yang dipimpinnya. “Kami undang ibu bapak berkunjung ke Bengkulu, insya Allah akan kami sambut dengan penuh rasa hormat, karena kami menanamkan tradisi untuk memuliakan tamu,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, pimpinan Pondok Pesantrean Judatul Uqba Pajada Sukabumi, KH. Arfan Abdullah, turut mendo’akan Pondok Pesantren Assalafiyah bisa lebih maju dan penuh kebarokahan. Ia juga mengajak jemaah untuk sering berziarah ke makom pendiri pondok pesantren tersebut.

Dibagian lain KH. Arfan Abdullah menjelaskan pentingnya menguatkan keyakinan bahwa keberhasilan seseorang karena inayah dari Allah SWT. Manusia dalam segala hajat hidupnya, sepentasnya bersandar kepada Allah. Ketika seseorang berhasil merasa karena kemampuannya atau kepintarannya, maka itu merupakan lambang kehinaan dan bisa menimbukan kebinasaan.

Menurut KH. Arfan, manusia sumber kekurangan, sedangkan Allah SWT merupakan sumber keistimewaan. Maka untuk menemukan jalan hidup yang baik (atau keistimewaan) manusia harus yakin dengan jud Allah SWT, ketika menghadapi persoalan maka memohon kepada Allah SWT untuk mendapatkan inayah-nya.